Kenapa ROE Lebih Unggul Dibanding ROA?
Saat menilai kinerja suatu perusahaan, banyak investor melihat pada rasio keuangan seperti ROE (Return on Equity) dan ROA (Return on Assets). Namun, jika harus memilih salah satu, banyak ahli justru lebih condong ke ROE. Mengapa?
ROE mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal pemilik—yakni modal disetor dan laba ditahan. Ini artinya, ROE fokus pada kemampuan inti perusahaan menghasilkan keuntungan dari dana yang benar-benar berasal dari pemegang saham, tanpa terlalu dipengaruhi oleh utang.
Di sisi lain, ROA memperhitungkan seluruh aset perusahaan, termasuk yang dibiayai oleh utang. Artinya, perusahaan dengan utang besar bisa saja terlihat efisien secara ROA, padahal kinerjanya didorong oleh pinjaman, bukan kemampuan internalnya.
ROE memberi gambaran lebih jujur tentang kesehatan bisnis dalam jangka panjang. Misalnya, perusahaan yang mampu menghasilkan ROE tinggi tanpa bergantung pada utang menunjukkan manajemen yang cermat dan model bisnis yang kuat. Inilah yang membuat banyak investor, terutama yang berfokus pada kualitas fundamental, lebih mempercayai ROE sebagai acuan utama.
Jadi, meski ROA tetap penting, ROE tetap menjadi bintang utama dalam menilai seberapa baik sebuah perusahaan benar-benar bekerja untuk pemiliknya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.