Mengenal Penyebab GERD dan Cara Mencegahnya

Pernahkah Anda merasakan sensasi panas di dada atau tenggorokan yang rasanya asam? Bisa jadi itu adalah gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Penyakit ini terjadi ketika otot cincin di bagian bawah kerongkongan, yang disebut sfingter esofagus, mengalami pelemahan atau relaksasi yang tidak normal. Padahal, otot ini berfungsi sebagai pintu satu arah untuk mencegah makanan dan asam lambung naik kembali ke atas.

Ketika sfingter ini melemah, isi dan asam lambung akan dengan mudah meluap kembali ke saluran kerongkongan. Kondisi inilah yang memicu iritasi pada lapisan esofagus dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Mengapa otot ini bisa melemah? Banyak faktor yang menjadi pemicunya, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gaya hidup.

Kebiasaan makan berlebihan atau langsung berbaring setelah makan adalah pemicu yang sangat umum. Selain itu, konsumsi makanan berlemak, pedas, kafein, serta alkohol dapat mengiritasi lambung dan melonggarkan katup tersebut. Faktor lain seperti stres, kebiasaan merokok, obesitas, hingga kehamilan juga memberikan tekanan ekstra pada perut yang memicu timbulnya gejala.

Untuk menghindari gangguan ini, langkah terbaik adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Cobalah untuk makan dalam porsi kecil namun sering, beri jeda minimal 2 hingga 3 jam antara waktu makan dan tidur, serta hindari pakaian yang terlalu ketat di bagian pinggang. Dengan menjaga pola makan dan berat badan ideal, Anda dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan dan terbebas dari ancaman GERD.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait