Bagaimana Krishna Meninggal Menurut Legenda?
Krishna, tokoh sentral dalam mitologi Hindu, diyakini meninggal bukan karena usia atau penyakit biasa, melainkan sebagai akibat dari takdir yang telah lama dikutuk. Menurut cerita dalam Mahabharata, kematiannya merupakan puncak dari beberapa kutukan yang pernah dijatuhkan padanya.
Kutukan pertama berasal dari Gandhari, ibu dari para Korawa, yang menyalahkan Krishna karena tidak mencegah perang dahsyat di Kurukshetra. Dalam kesedihan mendalam setelah kehilangan semua putranya, ia mengutuk Krishna bahwa keluarga dan keturunannya juga akan hancur dalam pertumpahan darah, dan ia akan mati sendirian di hutan—tepat 36 tahun setelah perang. Krishna menerima kutukan itu dengan lapang dada, menghormati duka seorang ibu.
Kutukan kedua datang dari resi Durvasa, seorang pertapa terkenal karena kemarahannya yang mudah. Suatu hari, Krishna diminta oleh Durvasa untuk mengoleskan kheer—makanan manis—ke seluruh tubuhnya sebagai bentuk penebusan. Krishna melakukannya dengan setia, namun Durvasa merasa upacara itu tidak sempurna karena Krishna tidak mengikuti prosedur dengan tepat. Dalam kemarahan, Durvasa mengutuk bahwa Krishna akan kehilangan perlindungan ilahi dan akhirnya hancur bersama klan-nya.
Kedua kutukan ini dipercaya menjadi kunci dari akhir hidup Krishna. Tepat 36 tahun setelah Perang Kurukshetra, klan Yadawa saling bertikai hingga punah. Krishna, yang menyaksikan kehancuran klannya, kemudian duduk dalam meditasi di hutan Dvārakā. Ia tewas setelah terkena panah oleh seorang pemburu yang salah mengenalinya sebagai rusa. Dengan kematiannya, era Krishna resmi berakhir, membawa keheningan bagi dunia mitologis Hindu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.