Wajib Tahu! 8 Istilah Makanan yang Mengandung Babi
Bagi sebagian orang, terutama yang mengikuti diet halal atau memiliki pantangan terhadap daging babi, penting untuk mengenali istilah-istilah tertentu dalam makanan. Bukan hanya pork, ada banyak sebutan lain yang kerap muncul di menu restoran atau daftar bahan makanan, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Yang paling umum adalah pork dan bacon, dua istilah dalam bahasa Inggris yang langsung mengarah pada daging babi. Namun, banyak juga istilah asing atau lokal yang bisa membingungkan. Misalnya, swine, istilah teknis yang biasa muncul dalam label makanan olahan. Lalu ada char siu, daging asal Tiongkok yang biasanya berwarna merah kecoklatan — ini adalah daging babi panggang, jadi harus dihindari jika tidak mengonsumsi babi.
Beberapa istilah dari budaya Asia juga perlu diperhatikan. Cu Nyuk adalah sebutan dalam bahasa Hokkien untuk daging babi, sering ditemukan di warung makan Tionghoa. Yakibuta dari Jepang, meski terdengar seperti makanan halal, ternyata adalah potongan daging babi yang direbus dengan bumbu manis. Sementara Dwaeji adalah kata Korea untuk babi, sering muncul dalam menu seperti dwaejigalbi (iga babi).
Jangan lupa tonkotsu, kuah kaldu putih kental yang populer dalam ramen. Kaldu ini dibuat dari tulang babi yang direbus berjam-jam, jadi tidak cocok untuk yang menjauhi produk babi.
Kenali istilahnya, baca labelnya, dan jangan ragu bertanya saat makan di luar. Dengan sedikit pengetahuan, kamu bisa lebih yakin dengan pilihan makananmu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.