Maria dari Betania: Saudari Marta yang Dikasihi Yesus
Maria, yang dikenal sebagai saudari Marta dan Lazarus, adalah salah satu tokoh perempuan penting dalam kisah pelayanan Yesus di Alkitab. Keluarga mereka tinggal di Betania, sebuah desa tidak jauh dari Yerusalem. Maria sering digambarkan duduk di kaki Yesus, mendengarkan setiap kata-Nya, sementara saudarinya Marta sibuk melayani.
Dalam salah satu peristiwa menyentuh, ketika saudaranya Lazarus meninggal, Maria datang kepada Yesus dengan penuh kerinduan dan berkata, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan mati.” Tangisannya menyentuh hati Yesus, hingga Ia pun turut menangis. Dari sini terlihat betapa dekatnya hubungan antara Yesus dan keluarga ini. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus mengasihi ketiga bersaudara tersebut.
Maria juga dikenal karena tindakannya yang penuh pengabdian. Dalam peristiwa di Betania, ia menuangkan minyak wangi yang sangat mahal ke kaki Yesus, lalu mengusapnya dengan rambutnya. Tindakan ini sempat dikritik oleh beberapa murid karena harganya yang setara dengan upah setahun, tetapi Yesus membela Maria, menyebutnya sebagai perbuatan yang indah dan layak diperingati.
Kisah Maria mengajarkan kita tentang kerendahan hati, ketulusan dalam menyembah, dan pentingnya meluangkan waktu bagi Tuhan. Di tengah kesibukan dunia, Maria mengingatkan kita untuk berhenti sejenak, duduk di hadapan Yesus, dan memilih “bagian yang tidak akan diambil dari padanya” — yaitu kehadiran Sang Guru.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.