Kenapa BLINK Tidak Suka Kebencian terhadap Jisoo?
Belakangan ini, nama Jisoo dari BLACKPINK kembali menjadi sorotan, bukan karena lagu atau penampilannya, melainkan karena hujan kritik yang ia terima dari sebagian netizen. Namun, penggemar setia atau yang dikenal sebagai BLINK justru bersikap tegas: mereka menolak keras segala bentuk kebencian yang ditujukan kepada Jisoo.
Menurut banyak BLINK, ujaran negatif terhadap Jisoo sering kali tidak adil dan mengandung unsur xenophobia—ketakutan atau penolakan terhadap yang asing. Mereka menilai, sebagian kritik muncul karena Jisoo tidak menguasai bahasa Inggris sefasih tiga member BLACKPINK lainnya. Padahal, kemampuan bahasa bukan ukuran nilai seseorang, apalagi seorang idola yang sudah membawa nama besar grupnya hingga ke kancah internasional.
“Jisoo mungkin tidak banyak bicara dalam bahasa Inggris di acara global, tapi senyumnya, aura panggungnya, dan dedikasinya tidak bisa dipungkiri,” ujar salah satu penggemar. BLINK menekankan bahwa setiap anggota BLACKPINK memiliki keunikan dan peran masing-masing, dan Jisoo, dengan pesona khasnya, adalah bagian integral dari keberhasilan grup.
Alih-alih fokus pada kekurangan, BLINK lebih memilih merayakan kehadiran Jisoo sebagai simbol keanggunan dan kerendahan hati di tengah hiruk-pikuk industri K-pop. Mereka percaya, menghakimi seseorang hanya karena cara berbicara atau latar belakang budaya adalah bentuk ketidakadilan yang harus dilawan.
Di tengah dunia maya yang kerap dipenuhi komentar pedas, dukungan BLINK untuk Jisoo menjadi pengingat penting: bahwa empati dan penerimaan harus lebih besar dari prasangka.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.