Mengapa Surah Al-Falaq dan An-Nas Disebut Al-Mu?

Surah Al-Falaq dan An-Nas sering dikenal dengan sebutan Al-Mu’awwidzatain, yang artinya “dua surah perlindungan”. Nama ini bukan tanpa alasan—kedua surah ini memiliki tema yang sangat kental dengan permohonan perlindungan kepada Allah dari segala bentuk kejahatan, baik yang terlihat maupun tersembunyi.

Kata “Al-Mu” dalam pertanyaan sebenarnya merujuk pada akhiran “-mu” dari kata Al-Mu’awwidzatain. Jadi, bukan nama resmi surah, melainkan julukan yang muncul karena makna dan fungsi keduanya yang hampir serupa: mencari perlindungan kepada Allah.

Surah Al-Falaq mengajarkan kita memohon perlindungan dari kejahatan yang muncul di waktu fajar, dari kejahatan makhluk yang diciptakan, dan dari niat buruk yang tersembunyi. Sementara Surah An-Nas berfokus pada perlindungan dari bisikan setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, serta dari godaan yang menyesatkan.

Menurut riwayat sejarah, kedua surah ini turun saat Nabi Muhammad saw sedang mengalami masa sulit—termasuk saat beliau terkena sihir. Dalam keadaan lemah dan tertekan, Allah menurunkan dua surah ini sebagai bentuk perlindungan dan ketenangan. Rasulullah pun kemudian sering membacanya untuk berlindung setiap hari.

Karena itulah, banyak umat Islam yang membaca Al-Falaq dan An-Nas setiap selesai salat atau sebelum tidur. Kedua surah pendek ini bukan hanya doa, tapi juga senjata spiritual dalam menghadapi godaan, ketakutan, dan gangguan yang tak kasat mata.

Dengan hanya beberapa ayat, Al-Falaq dan An-Nas mengajarkan betapa pentingnya tawakal dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. Tidak heran jika keduanya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual umat Islam hingga hari ini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait