Apakah Operasi Hernia Bisa Gagal?

Operasi hernia umumnya tergolong aman dan sering dilakukan untuk mengatasi tonjolan akibat melemahnya dinding otot perut. Namun, seperti prosedur bedah lainnya, operasi ini tidak 100% bebas risiko. Ya, operasi hernia bisa saja gagal, meski persentasenya relatif kecil.

Kegagalan bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti infeksi pascaoperasi, jaringan parut yang berlebihan, atau jahitan mesh yang tidak menempel sempurna. Dalam kasus tertentu, pasien bisa mengalami hernia berulang, artinya tonjolan muncul kembali di lokasi yang sama atau sekitarnya. Ini bisa memicu perlunya operasi ulang, yang tentu saja meningkatkan risiko komplikasi lebih lanjut.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai setelah operasi antara lain nyeri kronis, terutama di area pangkal paha atau menyebar hingga ke testis. Rasa nyeri yang tak kunjung hilang bisa menjadi indikasi bahwa ada masalah di jaringan dalam, seperti peradangan atau gesekan pada saraf. Selain itu, munculnya benjolan kembali, perut kembung disertai mual atau muntah, bisa mengindikasikan adanya obstruksi ususβ€”kondisi serius yang butuh penanganan segera.

Infeksi juga menjadi salah satu penyebab kegagalan operasi, terutama jika perawatan luka tidak dilakukan dengan baik. Pasien dengan riwayat merokok, obesitas, atau batuk kronis lebih rentan mengalami komplikasi.

Meski begitu, dengan pemilihan dokter yang tepat, perawatan pascaoperasi yang cermat, dan gaya hidup sehat, risiko kegagalan bisa diminimalkan. Jika merasakan gejala mencurigakan setelah operasi, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait