Apa Itu Paarasan dan Cara Menentukannya dalam Budaya Bali

Paarasan adalah salah satu bagian dari sistem kepercayaan tradisional Bali yang digunakan untuk mengelompokkan sifat atau karakter seseorang berdasarkan hari kelahiran. Sistem ini merupakan perpaduan antara saptawara (tujuh hari dalam seminggu menurut penanggalan Bali dan Jawa) dan pancawara (lima hari dalam pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon).

Setiap kombinasi antara saptawara dan pancawara membentuk pasangan yang disebut paarasan, dan masing-masing paarasan dipercaya memiliki sifat atau watak tertentu. Misalnya, seseorang yang lahir pada hari Saniscara Kliwon akan memiliki paarasan yang berbeda dengan yang lahir pada Redite Wage, dan begitu pula karakter yang melekat dianggap berbeda.

Orang Bali sering menggunakan konsep ini untuk memahami kepribadian seseorang, bahkan dalam memilih waktu yang tepat untuk acara penting seperti pernikahan atau upacara adat. Meskipun tidak semua orang mempercayainya secara mendalam, banyak yang tetap menghargai tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya leluhur.

Paarasan bukan hanya soal ramalan, tapi lebih kepada pandangan filosofis yang menghubungkan waktu, alam, dan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang paarasan sering dibagikan secara turun-temurun dari orang tua kepada anak cucu.

Jadi, meski terdengar sederhana, paarasan menyimpan kearifan lokal yang dalam, mengajak kita untuk lebih mengenal diri melalui ritme waktu dan tradisi Bali yang unik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait