Pocong Harga, Favorit Ibu-Ibu di Pasar
Siapa sangka, pocong yang biasanya identik dengan kisah seram justru jadi bahan candaan di kalangan ibu-ibu saat belanja di pasar? Tapi jangan salah, pocong yang dimaksud bukan pocong dari kain kafan yang gentayangan, melainkan "pocongan harga"—istilah gaul yang dipakai ibu-ibu untuk menyebut diskon besar-besaran.
Bayangkan saja, ibu-ibu berbaris rapi di depan lapak sayur, tawar-menawar bak pejabat negosiasi perdagangan internasional. "Diskonnya berapa, Bu?" tanya salah satu ibu dengan semangat. "Ini, Bu, pocongannya sampai 50%!" jawab penjual sambil tertawa. Semua langsung tertawa—pocong yang dimaksud ternyata bukan hantu, tapi potongan harga yang bikin kantong senang.
Fenomena ini sudah lama berkembang di kalangan ibu rumah tangga, terutama di pasar tradisional. Mereka begitu jago memanfaatkan momen pocongan harga, mulai dari sayur, beras, sampai pakaian bekas impor. Bukan hanya hemat, tapi juga jadi hiburan tersendiri. "Daripada belanja, kadang rasanya kayak lagi ikut kuis hiburan," ujar Siti, ibu tiga anak dari Bogor.
Jadi, kalau kamu dengar ibu-ibu ngobrol soal "pocong", jangan langsung lari. Mungkin mereka sedang asyik membahas promo akhir pekan di warung langganan. Di tangan ibu-ibu, kata seram seperti "pocong" berubah jadi simbol kebahagiaan—karena siapa yang nggak senang kalau belanja bisa lebih hemat?
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.