Raja Edward II dan Larangan Sepak Bola di Abad ke-14

Pernah membayangkan sepak bola dilarang oleh raja? Kejadian itu benar-benar terjadi sejak berabad-abad lalu di Inggris. Pada 13 April 1314, Raja Edward II mengeluarkan pernyataan resmi yang melarang permainan sepak bola.

Saat itu, olahraga yang masih dalam bentuk awal ini dianggap terlalu kacau dan berisiko memicu kerusuhan. Lapangan tidak teratur, jumlah pemain bisa mencapai ratusan, dan aturannya masih sangat longgar. Akibatnya, bentrokan antar desa atau kelompok sering terjadi, membuat pihak berwenang khawatir.

Dalam dekritnya, Edward II menyebut permainan ini sebagai "permainan yang menimbulkan keributan dan mengganggu ketertiban umum". Ia khawatir aktivitas ini dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari latihan memanah—yang saat itu sangat penting untuk keperluan militer, terutama dalam menghadapi ancaman dari Skotlandia.

Larangan ini bukan yang pertama, dan juga bukan yang terakhir. Banyak penguasa setelahnya mencoba menekan olahraga ini karena dianggap terlalu liar. Namun, justru semangat masyarakat untuk terus bermain sepak bola malah semakin kuat. Dari larangan-larangan seperti ini, sepak bola justru tumbuh menjadi hobi rakyat yang sulit dibendung.

Kini, lebih dari 700 tahun setelah larangan itu dikeluarkan, Inggris justru dianggap sebagai tanah kelahiran sepak bola modern. Ironisnya, olahraga yang dulu dilarang karena dianggap mengganggu ketertiban, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya nasional.

Jadi, di balik lapangan hijau dan sorak penonton, tersembunyi sejarah panjang perlawanan terhadap larangan—dimulai dari keputusan seorang raja yang ingin menjaga ketenangan abad pertengahan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait