Sejak Kapan Hajar Aswad Ada?
Hajar Aswad, batu yang terletak di sudut Ka'bah, telah menjadi bagian penting dalam ritual ibadah umat Islam sejak zaman Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail AS. Menurut kisah yang diceritakan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Qishash al-Anbiya (Kisah Para Nabi), batu ini berasal dari surga dan memiliki makna spiritual yang mendalam.
Ketika Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka'bah atas perintah Allah, Hajar Aswad turun dari langit sebagai tanda pengesahan atas bangunan suci tersebut. Batu ini ditempatkan di sudut timur laut Ka'bah dan sejak itu menjadi simbol kehadiran ilahi dalam struktur ibadah umat Islam.
Sejarah Hajar Aswad tidak hanya tertulis dalam kitab-kitab klasik, tetapi juga hidup dalam praktik tawaf di mana jamaah berusaha mencium atau menyentuh batu ini sebagai bentuk kecintaan dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Meskipun bentuknya kini berupa kumpulan pecahan kecil yang terjepit dalam bingkai perak, maknanya tetap utuh.
Keberadaan Hajar Aswad mengingatkan umat Islam akan kesinambungan sejarah peribadatan sejak zaman Nabi Ibrahim hingga hari ini. Bukan semata soal batu, melainkan simbol keimanan, kesatuan, dan komitmen terhadap ajaran tauhid.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.