Perawatan Berkala Mobil di 100.000 km: Apa Saja yang Perlu Dilakukan?
Ketika mobil mencapai angka 100.000 km pada odometer, perawatan yang dilakukan harus lebih cermat. Ini bukan sekadar angka, tapi pertanda bahwa kendaraan sudah melewati perjalanan panjang dan butuh pemeriksaan lebih mendalam.
Salah satu poin utama pada perawatan 100.000 km adalah penggantian busi, khususnya bagi pemilik mobil yang menggunakan busi iridium. Meski busi jenis ini dikenal tahan lama, pada jarak tempuh ini sebaiknya diganti untuk menjaga performa mesin tetap optimal. Busi yang aus bisa menyebabkan mesin kasar, boros bahan bakar, bahkan sulit distarter.
Sementara itu, penggantian air radiator (coolant) tidak dilakukan di angka 100.000 km, melainkan baru dimulai pada 200.000 km. Setelah itu, penggantian coolant dilakukan setiap 40.000 km. Namun, bukan berarti Anda bisa mengabaikan sistem pendingin mesin di angka 100.000 km. Pastikan level coolant tetap dalam batas aman dan periksa kondisinya—jika sudah keruh atau berubah warna, lebih baik segera diganti meski belum waktunya.
Selain busi, sebaiknya manfaatkan momen ini untuk mengecek komponen lain seperti filter udara, filter bahan bakar, dan kondisi rem. Periksa juga selang-selang dan kondisi oli mesin. Beberapa merek mobil mungkin menyarankan perawatan tambahan sesuai tipe dan penggunaan.
Perawatan berkala seperti ini tidak hanya menjaga mobil tetap awet, tapi juga mencegah kerusakan besar di masa depan. Jadi, jangan anggap remeh angka 100.000 km—ini adalah tonggak penting dalam siklus hidup kendaraan Anda.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.