Siapa yang Menciptakan Allah SWT?
Ketika seseorang bertanya, "Siapa pencipta Allah SWT?", ada baiknya kita memahami dulu makna dari keberadaan Tuhan. Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari mereka yang sedang mencari jawaban atas asal-usul segala sesuatu.
Namun, dalam ajaran Islam, Allah SWT bukan makhluk yang memiliki permulaan atau akhir. Allah adalah Al-Khaliq — Sang Pencipta, bukan makhluk yang diciptakan. Jika Allah diciptakan, maka Ia bukan Tuhan, melainkan makhluk itu sendiri. Itu bertentangan dengan konsep ketuhanan yang sejati.
Bayangkan dunia ini, alam semesta dengan segala isinya, diciptakan oleh suatu kekuatan. Gunung, bintang, manusia, hewan, semuanya memiliki awal. Tapi sang Pencipta tidak mungkin memiliki awal, karena Dialah sumber awal segala sesuatu. Allah bersifat abadi, tidak terbatas oleh waktu, ruang, atau sebab.
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman: "Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zhahir dan yang Batin." (QS. Al-Hadid: 3). Ayat ini menggambarkan bahwa Allah tidak memiliki permulaan dan tidak akan berakhir. Ia adalah satu-satunya yang kekal.
Logikanya sederhana: jika setiap yang ada harus memiliki pencipta, maka pasti akan ada titik di mana rantai itu berakhir — yaitu pada Pencipta yang tidak diciptakan. Itulah Allah SWT.
Jadi, bukan soal siapa yang menciptakan-Nya, karena Allah tidak diciptakan. Ia adalah Tuhan yang Maha Ada, Maha Kuasa, dan Maha Segalanya. Itulah inti dari iman kita sebagai umat Islam.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.