Siapa yang Menciptakan Mimpi Menurut Islam?
Dalam ajaran Islam, mimpi bukan sekadar bunga tidur atau hasil imajinasi semata. Ada tiga jenis mimpi yang dikenal dalam tradisi Islam, dan yang paling mulia adalah mimpi yang benar. Menurut keyakinan Islam, mimpi jenis ini berasal dari Allah SWT. Dia-lah yang menciptakan dan menghadirkannya sebagai bentuk komunikasi atau peringatan bagi hamba-Nya.
Bagaimana caranya? Dalam beberapa hadis dan penjelasan ulama, mimpi yang benar disampaikan melalui perantaraan malaikat. Allah mengutus malaikat untuk membisikkan gambaran atau pesan dalam tidur seseorang. Karena itu, mimpi semacam ini sering disebut sebagai mimpi yang “dinisbatkan” atau dikaitkan pada malaikat, meskipun sumber utamanya tetap Allah SWT.
Sebagai contoh, dalam riwayat hadis disebutkan bahwa mimpi Nabi Ibrahim dan Nabi Yusuf adalah bagian dari wahyu yang datang dari Allah. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa di akhir zaman, mimpi yang benar akan menjadi bagian dari sisa kenabian bagi umatnya.
Namun, tidak semua mimpi berasal dari Allah. Ada pula yang berasal dari bisikan hawa nafsu atau gangguan setan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berdoa sebelum tidur, menjaga hati, dan tidak terlalu cepat mempercayai setiap mimpi yang dialami.
Intinya, mimpi yang benar adalah karunia dari Allah, disampaikan melalui malaikat-Nya. Karenanya, bila seseorang mendapat mimpi yang membekas dan terasa benar, sebaiknya ia merenunginya, berdoa, dan meminta petunjuk dari Allah agar tak salah menafsirkan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.