Siapakah Makhluk Allah yang Paling Terakhir Meninggal di Hari Kiamat?

Di antara berbagai tanda-tanda hari Kiamat yang disebutkan dalam ajaran Islam, ada satu peristiwa yang sangat menegangkan: tiap makhluk akan mengalami kematian satu per satu, hingga hanya tersisa satu sosok terakhir. Menurut penjelasan yang ditemukan dalam berbagai sumber keagamaan, termasuk buku terbitan Qisthi Press, makhluk Allah yang paling akhir meninggal adalah Malaikat Izrail.

Izrail, yang dikenal sebagai malaikat maut, memiliki tugas besar selama kehidupan dunia—yakni mencabut nyawa setiap makhluk hidup sesuai dengan izin Allah. Namun, pada hari Kiamat, setelah seluruh umat manusia, hewan, jin, dan bahkan malaikat lainnya telah tiada, hanya dia yang masih tersisa.

Menurut keyakinan yang dikuatkan oleh hadis dan penjelasan ulama, Allah SWT kemudian memerintahkan Malaikat Izrail untuk mati. Saat itulah, alam semesta benar-benar sunyi. Tidak ada lagi makhluk yang hidup—segalanya telah kembali kepada Sang Pencipta.

Peristiwa ini mengingatkan kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah yang mutlak. Tidak ada yang abadi kecuali Dia. Bahkan malaikat yang penuh kekuatan dan tugas luar biasa pun pada akhirnya akan mengalami kematian seperti makhluk lainnya.

Kisah ini bukan sekadar gambaran akhir zaman, tapi juga renungan: kematian adalah pasti, dan setiap jiwa akan kembali menghadap kepada Allah. Maka, persiapan untuk hari itu jauh lebih penting daripada sekadar penasaran tentang siapa yang terakhir pergi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait