Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Stroke?

Stroke sering dianggap sebagai penyakit lansia, dan memang benar bahwa orang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko paling tinggi. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung lebih rapuh dan proses penyumbatan bisa terjadi lebih cepat, terutama jika ada faktor seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau pola hidup tidak sehat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa 25 persen kasus stroke justru terjadi pada orang yang berusia di bawah 65 tahun. Bahkan, kasus stroke pada anak-anak meski jarang, tetap bisa terjadi karena kondisi bawaan seperti kelainan jantung atau gangguan pembekuan darah.

Faktanya, gaya hidup modern turut mempercepat munculnya risiko stroke di usia muda. Kebiasaan seperti merokok, kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi lemak, dan stres berkepanjangan bisa memicu stroke lebih dini. Banyak orang muda yang merasa sehat, padahal tekanan darah atau kolesterol mereka sudah tidak normal.

Deteksi dini sangat penting. Kenali tanda-tanda seperti wajah turun sebelah, kesulitan berbicara, atau kelemahan tiba-tiba pada satu sisi tubuh. Jika mengalami gejala ini, segera cari pertolongan medis. Waktu adalah otak—semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinan pulih.

Meski usia adalah faktor tak terkendali, gaya hidup sehat bisa menekan risiko. Rutin berolahraga, makan bergizi seimbang, hindari rokok, dan kontrol kesehatan berkala adalah langkah nyata untuk mencegah stroke—entah Anda berusia 30, 50, atau 70 tahun.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait