Upaya Posyandu dalam Tekan Angka Stunting

Untuk membantu menurunkan angka stunting di wilayahnya, Posyandu bekerja sama dengan Puskesmas secara rutin melakukan pemantauan pertumbuhan balita. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan gizi buruk sejak dini. Setiap bulan, orang tua membawa anaknya ke Posyandu untuk ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badannya. Data pertumbuhan tersebut kemudian dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), yang menjadi panduan petugas dan orang tua dalam melihat perkembangan si kecil.

Selain penimbangan, Posyandu juga memberikan kapsul vitamin A dua kali dalam setahun. Vitamin A sangat penting untuk menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh anak. Selain itu, para ibu juga mendapatkan edukasi tentang Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang benar. Petugas memberi panduan langsung tentang menu makanan bergizi, cara pengolahan yang higienis, serta pentingnya ASI eksklusif bagi bayi di bawah usia satu tahun.

Untuk ibu yang membawa balita, Posyandu juga menyediakan tablet tambah darah. Pada kegiatan tertentu, seperti yang dilakukan pada 29 Januari 2020, para ibu minum tablet tambah darah secara bersama sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak. Edukasi gizi juga terus digencarkan, karena gizi ibu turut memengaruhi kualitas ASI dan asupan anak.

Dengan pendekatan yang sederhana namun sistematis, Posyandu menjadi ujung tombak dalam perang melawan stunting. Keterlibatan aktif masyarakat dan petugas kesehatan membuat upaya ini terasa lebih dekat dan mudah diakses oleh keluarga di tingkat lokal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait