Stunting Masih Bisa Ditangani Jika Terdeteksi Sejak Dini
Stunting sering dianggap sebagai kondisi yang sulit diperbaiki, namun kenyataannya, anak yang mengalami stunting masih bisa mendapatkan penanganan yang efektif—asal dilakukan pada waktu yang tepat. Menurut Novita Sabjan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, intervensi bisa dilakukan selama anak masih berusia di bawah lima tahun.
Semakin dini stunting terdeteksi, semakin besar kemungkinan pemulihannya. Anak yang berusia di bawah dua tahun memiliki peluang lebih besar untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan jika asupan gizi diperbaiki secara intensif. Pada masa ini, otak dan tubuh masih dalam tahap perkembangan pesat, sehingga nutrisi yang cukup sangat menentukan.
Nutrisi seimbang, pola asuh yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan menjadi kunci utama dalam upaya menangani kondisi ini. Pemberian ASI eksklusif hingga usia dua tahun, ditambah makanan pendamping bergizi, sangat membantu memperbaiki status gizi anak.
Meski begitu, penting dipahami bahwa setelah anak melewati usia lima tahun, kemampuan untuk mengejar pertumbuhan (catch-up growth) semakin terbatas. Itulah sebabnya deteksi dini dan tindakan cepat menjadi sangat penting. Orang tua dan tenaga kesehatan harus bekerja sama dalam memantau pertumbuhan anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan—masa emas yang menentukan kualitas hidup seorang anak di masa depan.
Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari keluarga serta pihak terkait, stunting bukanlah akhir dari perjalanan tumbuh kembang seorang anak. Yang terpenting adalah kesadaran dan tindakan cepat sejak dini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.