Kapan Stunting Mulai Terjadi?

Stunting, atau kondisi anak memiliki tinggi badan di bawah standar untuk usianya, sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak dini—bahkan sejak anak masih di dalam kandungan.

Faktanya, masa 1.000 hari pertama kehidupan, dimulai dari awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, menjadi periode kritis dalam pencegahan stunting. Jika ibu hamil kekurangan gizi, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah meningkat, dan ini bisa memengaruhi pertumbuhan jangka panjang.

Namun, tanda-tanda stunting biasanya baru terlihat setelah anak berusia sekitar 2 tahun. Pada usia ini, jika anak tidak mendapat asupan gizi yang cukup—terutama protein, zat besi, yodium, dan vitamin—pertumbuhan tinggi badannya akan terhambat. Masalah ini sering kali diperparah oleh infeksi berulang akibat sanitasi buruk atau pola asuh yang kurang tepat.

Yang perlu dipahami, stunting bukan hanya soal pendek secara fisik. Kondisi ini juga berdampak pada perkembangan otak anak, sehingga bisa mengganggu kemampuan belajar dan produktivitas di masa depan. Karena itu, pencegahan harus dimulai sedini mungkin.

Memberi makanan bergizi sejak bayi mulai MPASI (makanan pendamping ASI), terus menyusui eksklusif hingga usia 6 bulan, serta menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah penting. Kesadaran keluarga dan dukungan dari tenaga kesehatan juga sangat menentukan.

Dengan pemahaman yang tepat dan tindakan awal, stunting bisa dicegah. Kunci utamanya? Mulai dari kandungan, jaga gizi, dan lindungi masa emas pertumbuhan anak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait