Apa Itu Stunting dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya?

Stunting bukanlah kondisi yang ditentukan berdasarkan usia tertentu, melainkan pertumbuhan fisik anak yang terhambat. Seorang anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi badannya jauh di bawah standar untuk usianya—lebih spesifik, jika tinggi badan menurut usia berada lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurva pertumbuhan anak menurut standar WHO.

Kondisi ini umumnya mulai terlihat sejak usia dini, terutama dari masa janin hingga dua tahun pertama kehidupan—periode yang sering disebut sebagai 1000 hari pertama kehidupan. Jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa berlangsung seumur hidup, seperti menurunnya kemampuan belajar dan produktivitas saat dewasa.

Faktor apa saja yang memengaruhi stunting?

Penyebab stunting tidak hanya satu, melainkan kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik. Faktor lingkungan mencakup kurangnya asupan gizi saat ibu hamil dan pada bayi, infeksi berulang seperti diare dan penyakit saluran cerna, serta pola asuh yang kurang tepat. Akses terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan juga sangat menentukan.

Meski faktor genetik turut berperan, kondisi lingkungan tetap menjadi penentu utama. Artinya, stunting bisa dicegah dengan intervensi yang tepat: mulai dari pemberian makanan bergizi sejak hamil, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Orang tua dan masyarakat punya peran penting dalam mencegah stunting. Dengan deteksi dini dan pola asuh yang baik, masa depan anak bisa lebih cerah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait