Paparan UV Tertinggi di Indonesia: Hindari Jam-Jam Ini
Ketika berbicara tentang sinar ultraviolet (UV), tidak semua waktu dalam sehari memiliki risiko yang sama terhadap kesehatan kulit. Menurut rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), ada waktu tertentu yang sebaiknya dihindari untuk beraktivitas di bawah terik matahari.
UV tertinggi di Indonesia umumnya terjadi antara pukul 10.00 hingga 14.00. Pada rentang waktu ini, indeks UV berada pada puncaknya, terutama di banyak kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Paparan langsung selama periode ini meningkatkan risiko terbakar matahari, penuaan dini, bahkan kerusakan kulit jangka panjang.
Sebaliknya, dokter kulit justru menyarankan berjemur sebentar sekitar pukul 09.00 pagi jika kamu ingin mendapatkan manfaat vitamin D dari sinar matahari. Pada waktu tersebut, sinar UVB—yang membantu tubuh memproduksi vitamin D—masih cukup baik namun belum terlalu intens.
Bagi kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, penting untuk memahami pola ini. Gunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya saat berada di luar, terutama antara pukul 10 siang hingga 2 sore. Bahkan di hari berawan, sinar UV tetap bisa menembus dan memengaruhi kulit.
Jaga kebiasaan sehat dengan memilih waktu yang tepat untuk berjemur dan lindungi diri dari paparan berlebihan. Perlindungan sederhana sejak dini bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.