Yeremia Rambitan Alami Cidera Lutut Saat Bertanding

Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Yeremia Rambitan, harus menghadapi masa pemulihan setelah mengalami cedera serius pada lututnya. Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengonfirmasi bahwa Yeremia mengalami robekan pada ligamen anterior cruciate ligament (ACL)—salah satu cedera paling berat bagi atlet yang banyak bergerak dinamis seperti pemain bulu tangkis.

Cidera ACL terjadi saat ada putaran atau perubahan arah mendadak yang membuat lutut terpuntir. Bagi pebulu tangkis seperti Yeremia yang mengandalkan kecepatan dan loncatan, cedera ini tentu sangat mengganggu performa dan karier jangka pendeknya. Kejadian ini sempat membuatnya absen dari beberapa turnamen internasional pada pertengahan 2022.

Tim pelatih dan fisioterapis PBSI langsung mengambil tindakan cepat dengan merancang program pemulihan intensif. Proses penyembuhan cedera ACL umumnya memakan waktu cukup lama—bisa mencapai beberapa bulan—tergantung tingkat keparahan dan respons tubuh atlet terhadap terapi.

Meski harus rehat dari kompetisi, Yeremia menunjukkan semangat tinggi selama masa pemulihan. Dalam wawancara singkat, ia menyatakan tak akan menyerah dan bertekad kembali lebih kuat. Dukungan dari rekan setim, keluarga, dan para penggemar menjadi motivasi besar baginya untuk melewati masa sulit ini.

Saat ini, Yeremia sudah mulai aktif kembali di latihan ringan dan dipersiapkan secara bertahap menuju kejuaraan internasional. Perjalanan pemulihannya menjadi bukti bahwa di balik setiap atlet hebat, ada perjuangan yang tak selalu terlihat di layar televisi—termasuk perjuangan melawan rasa sakit dan ketidakpastian.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait