Kapan Yesus Disalibkan? Makna di Balik Jumat Agung

Yesus Kristus disalibkan pada hari Jumat, yang kemudian dikenal sebagai Jumat Agung. Hari ini menjadi momen yang sangat sakral bagi umat Kristiani di seluruh dunia, karena mengenang saat-saat terakhir Yesus sebelum wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.

Peristiwa salib bukanlah akhir dari kisah Yesus. Justru dari sini, iman Kristen menemukan inti utamanya: kematian dan kebangkitan. Yesus yang wafat pada Jumat Agung bangkit kembali pada hari Minggu, yang kini diperingati sebagai Paskah. Kebangkitan-Nya menjadi simbol kemenangan atas kematian dan harapan hidup kekal bagi mereka yang percaya.

Jumat Agung dirayakan setiap tahun dalam minggu suci menjelang Paskah. Gereja-gereja mengadakan ibadah khusus, doa, dan renungan untuk mengenang penderitaan dan kasih Allah yang tak terbatas. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi pengalaman spiritual yang hidup dan relevan hingga hari ini.

Meski salib melambangkan penderitaan, bagi umat Kristiani, ia justru menjadi tanda kasih, pengorbanan, dan pembebasan. Dalam tradisi, Jumat Agung diikuti oleh hari Sabat sunyi, lalu mencapai puncaknya dalam sukacita Paskah, saat umat berseru: "Kristus telah bangkit!"

Perayaan Paskah, yang merupakan puncak dari seluruh liturgi Kristen, mengingatkan kita bahwa dari kematian tumbuh kehidupan, dan dari kegelapan muncul terang. Itulah makna sejati di balik salib dan kebangkitan Yesus.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait