Dalam struktur militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), atribut pakaian dinas tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap identitas, tetapi juga merepresentasikan kebanggaan, kecabangan, serta satuan tempat prajurit tersebut bertugas. Salah satu atribut yang paling ikonik dan sering menarik perhatian masyarakat awam adalah baret hijau.
Pertanyaan yang sering muncul di benak masyarakat adalah, "Baret hijau sebenarnya menunjukkan pangkat apa?" Untuk menjawab pertanyaan ini secara akurat, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa warna baret dalam TNI tidak menunjukkan tingkat kepangkatan, melainkan menunjukkan kecabangan (korps) atau satuan tempat prajurit itu bernaung.
Miskonsepsi Umum: Baret Bukan Penunjuk Pangkat
Di dalam institusi militer seperti TNI AD, sistem kepangkatan ditunjukkan melalui tanda pangkat khusus yang disematkan di bagian pundak (untuk pakaian dinas harian/lapangan), di kerah baju, atau di lengan, tergantung pada golongan dan jenis pakaian dinas yang dikenakan. Sementara itu, baret dan lambang (emblem) di depannya berfungsi untuk mengidentifikasi darimana seorang prajurit berasal secara korps.
Oleh karena itu, seorang prajurit yang mengenakan baret hijau bisa datang dari berbagai macam tingkat kepangkatan—mulai dari golongan Tamtama, Bintara, hingga Perwira tinggi seperti Jenderal.
Satuan TNI AD yang Mengenakan Baret Hijau
Meskipun sama-sama berwarna hijau, terdapat perbedaan corak warna, lambang emblem, serta spesifikasi satuan yang menggunakan baret tersebut.
1. Baret Hijau Terang (Infanteri dan Staf Umum)
Baret hijau terang dengan lambang Kartika Eka Paksi (burung Garuda dengan perisai Merah Putih dan satu bintang) umumnya digunakan oleh:
Prajurit Infanteri: Korps infanteri merupakan satuan tempur darat utama. Prajurit infanteri dari tingkat Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif), Batalyon Infanteri (Yonif), hingga satuan teritorial seperti Kodim dan Koramil mengenakan baret ini.
Satuan Direktorat dan Badan Pelaksana: Seperti Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad), Perhubungan Angkatan Darat (Hubad/Dithubad), dan Pembekalan Angkutan Angkatan Darat (Bekangad) yang berada di bawah jajaran markas besar atau komando teritorial.
2. Baret Hijau Lumut (Kostrad)
Satuan tempur strategis besar milik TNI AD, yaitu Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat), juga menggunakan baret berwarna hijau, namun dengan spesifikasi warna hijau lumut yang khas.
Di dalam satuan Kostrad ini, rentang kepangkatan anggotanya juga sangat lengkap, mulai dari Prajurit Dua (Pratama) yang menjadi tulang punggung pasukan pemukul, para Bintara penggerak lapangan, hingga Perwira seperti Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang biasanya menyandang pangkat Letnan Jenderal bintang tiga.
Struktur Kepangkatan dan Penutup Penggunaan Baret Hijau
Distribusi Pangkat Berdasarkan Golongan
Dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), pemakai baret hijau mencakup berbagai lapisan golongan kepangkatan. Mulai dari tingkat Tamtama, Bintara, hingga Perwira tinggi dapat mengenakannya asalkan mereka bertugas di dalam satuan infanteri, teritorial, atau cadangan strategis.
Golongan Tamtama: Meliputi pangkat Prajurit Dua (Prada) hingga Kopral Kepala (Kopka) yang biasanya bertugas sebagai ujung tombak regu tempur di lapangan.
Golongan Bintara: Mencakup Sersan Dua (Serda) sampai Sersan Mayor (Sermor) yang memegang peran sebagai komandan peleton atau pengawas langsung di satuan teritorial seperti Koramil dan Kodim.
Golongan Perwira: Mulai dari Letnan Dua (Letda) hingga Perwira Tinggi Jenderal bintang empat yang memimpin komando di tingkat Kodam atau Markas Besar TNI AD.
Catatan Penting: Warna baret tidak menentukan tinggi rendahnya suatu pangkat, melainkan menunjukkan kecabangan atau satuan tempat prajurit tersebut bertugas.
Kesimpulan
Secara garis besar, pertanyaan mengenai "baret hijau pangkat apa" terjawab melalui identifikasi kesatuannya.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai arti lambang emblem yang menempel di depan baret hijau tersebut?
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.