Lajang vs Jomblo: Apa Bedanya?

Kalau kamu dengar kata lajang, biasanya orang langsung membayangkan seseorang yang belum menikah. Secara umum, memang itu maknanya—seseorang yang secara hukum belum berikatan pernikahan, entah karena memang sendiri atau memang belum ketemu pasangan. Tapi ternyata, dalam keseharian, kata "lajang" juga bisa dipakai untuk mereka yang sudah punya pacar serius, asal belum menikah. Jadi, statusnya masih "tersedia", tapi tidak benar-benar sendiri.

Nah, kalau jomblo, maknanya beda sedikit. Kata ini lebih santai, bahkan cenderung populer di kalangan muda. Jomblo biasanya merujuk pada seseorang yang sedang tidak punya pasangan—entah belum pernah menikah atau malah sudah pernah menikah tapi sekarang sendiri lagi. Jadi, cerai? Bisa disebut jomblo. Belum pernah nikah dan single? Juga jomblo. Kata ini lebih menekankan pada kondisi hubungan saat ini, bukan status hukum pernikahan.

Perbedaannya mungkin terlihat tipis, tapi cukup penting dalam konteks sosial. Misalnya, kalau di formulir resmi, yang dipakai adalah "lajang", "menikah", atau "duda/janda". Tapi kalau ngobrol di warung kopi, lebih seru bilang, “Gue jomblo dari lajang SMP!”—meski secara teknis, dari dulu sampai sekarang memang belum nikah.

Jadi, intinya: lajang soal status pernikahan, sementara jomblo soal kondisi hati—atau lebih tepatnya, isi chat terakhir di ponsel. Kadang, lajang tapi nggak jomblo. Kadang, jomblo tapi sebenarnya hatinya udah punya pacar, cuma rahasia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait