Kenali Tanda Bayi Hiperaktif Sejak Dini

Hiperaktif pada balita sering kali disalahpahami sebagai tingkah yang hanya "terlalu energik" atau manja. Padahal, ada beberapa ciri khas yang bisa menjadi indikasi awal bahwa si kecil mengalami hiperaktivitas, terutama bila perilaku ini muncul secara terus-menerus dan berdampak pada interaksi sosialnya.

Salah satu tanda utama balita hiperaktif adalah kesulitan fokus. Mereka cenderung mudah teralihkan perhatiannya, bahkan saat sedang bermain atau diajak beraktivitas bersama. Selain itu, anak bisa bersikap agresif tanpa disadari, seperti memukul atau menarik mainan temannya tanpa niat jahat, tapi karena sulit mengendalikan dorongan emosinya.

Balita hiperaktif juga sering tidak merasa bahaya. Misalnya, mereka bisa lari ke jalan tanpa waspada terhadap kendaraan, atau memanjat furnitur tanpa rasa takut. Sifat impulsif sangat terlihat—mereka bertindak tanpa berpikir panjang, seperti menyela pembicaraan atau mengambil barang tanpa izin.

Ketidaktenangan juga jadi ciri khas: mereka selalu gelisah, bahkan saat waktu istirahat. Gerakannya tak pernah berhenti, seperti menggoyangkan kaki, memukul-mukul meja, atau melompat-lompat tanpa alasan jelas. Yang menarik, beberapa anak hiperaktif justru terlampau dingin atau acuh terhadap orang asing, berbeda dari anak seusianya yang biasanya malu atau penakut.

Jika enam tanda ini muncul secara berkelanjutan, bukan berarti langsung menghakimi anak sebagai hiperaktif. Namun, konsultasi dengan psikolog anak bisa membantu memahami kondisi lebih dalam. Dengan deteksi dini, tindakan pendampingan dan terapi bisa dimulai lebih awal, agar si kecil tumbuh dengan dukungan yang tepat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait