Risiko Bekuan Darah Usai Operasi Caesar

Proses persalinan secara caesar memang menjadi prosedur medis yang efektif untuk membantu kelahiran bayi. Namun, sama seperti operasi besar lainnya, tindakan ini membawa beberapa risiko kesehatan bagi sang ibu, salah satunya adalah risiko terjadinya bekuan darah atau trombosis.

Selama dan sesudah operasi caesar, tubuh secara alami merespons luka bedah dengan meningkatkan kemampuan pembekuan darah untuk mencegah pendarahan. Di sisi lain, tirah baring atau kurang bergerak dalam jangka waktu tertentu setelah operasi dapat membuat aliran darah di area tungkai melambat. Kombinasi hal ini meningkatkan risiko munculnya deep vein thrombosis (DVT), yaitu penyumbatan pembuluh darah vena dalam pada area kaki.

Mengetahui gejalanya sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Beberapa tanda khas DVT di antaranya adalah nyeri pada kaki yang terasa tajam atau pegal, munculnya kemerahan pada kulit kaki, serta timbulnya sensasi hangat dan pembengkakan pada area yang terdampak.

Untuk menekan risiko ini, tim medis biasanya menyarankan ibu untuk melakukan mobilisasi dini secara perlahan setelah operasi, seperti menggerakkan jari-jari kaki atau berjalan ringan secepat mungkin setelah kondisi memungkinkan. Jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan di area kaki usai persalinan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait