Kenalan dengan Jojo dan Zoro, Dua Maskot Loyal Persebaya Surabaya
Jojo dan Zoro bukan sekadar nama maskot, tapi sudah jadi bagian dari semangat perjuangan Persebaya Surabaya di setiap pertandingan. Dua tokoh ikonik ini kerap muncul di tengah sorak penonton di Stadion Gelora Bung Tomo, menghidupkan suasana dengan aksi lucu dan energik mereka.
Jojo, si buaya hijau dengan topi hitam khas, menjadi simbol keganasan tim di atas lapangan. Warna hijau yang melekat pada tubuhnya memang sengaja dipilih untuk mencerminkan warna kebanggaan klub. Di sisi lain, ada Zoro, si ikan hiu ceria berwarna keabuan yang tak kalah populer. Meski karakternya lebih ramah, Zoro justru mewakili semangat pantang menyerah dan kekompakan tim.
Kombinasi antara Jojo dan Zoro bukan tanpa makna. Buaya dan hiu sama-sama makhluk kuat yang mendominasi habitatnya—sebuah metafora yang pas untuk menggambarkan ambisi Persebaya sebagai tim yang ingin selalu menguasai pertandingan. Kehadiran mereka tak hanya menghibur anak-anak, tapi juga memperkuat identitas klub di hati suporter setia, Bonek.
Sejak diperkenalkan, keduanya telah menemani perjalanan panjang Persebaya, dari masa jaya hingga masa sulit. Di setiap teriakan dan tarian mereka, ada semangat Surabaya yang terus berkobar. Bagi Bonek, Jojo dan Zoro bukan sekadar boneka maskot—mereka adalah simbol semangat yang tak pernah padam.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.