Kenapa Sakit Kepala Setelah Menangis?

Saat menangis, perasaan sedih, stres, atau bahkan lega bisa muncul. Tapi tak jarang, setelah menangis, kepala justru ikut terasa berat atau bahkan sakit. Salah satu penyebab utamanya adalah dehidrasi.

Ketika kita menangis, tubuh mengeluarkan air mata dalam jumlah yang cukup banyak, terutama jika tangisan berlangsung lama. Air mata terbuat dari cairan tubuh, dan kehilangan cairan secara terus-menerus bisa membuat tubuh kekurangan cairan—alias dehidrasi. Saat dehidrasi terjadi, volume darah bisa sedikit menurun, dan otak pun bisa sedikit menyusut karena kekurangan cairan. Hal ini bisa memicu rasa sakit di kepala.

Selain itu, menangis juga sering disertai dengan pola napas yang tidak stabil—seperti menarik napas dalam secara cepat atau terengah-engah. Kondisi ini bisa membuat otot di leher dan kepala tegang, yang juga berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala.

Stres emosional pun bisa menjadi faktor pemicu. Emosi yang memuncak saat menangis bisa memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang memengaruhi tekanan darah dan aliran darah ke otak. Kombinasi antara emosi, tegang otot, dan kekurangan cairan membuat kepala terasa nyeri setelah menangis.

Untuk mencegahnya, minum air putih setelah menangis bisa sangat membantu. Selain menggantikan cairan tubuh, ini juga membantu meredakan sakit kepala ringan. Istirahat sejenak dan tarik napas dalam perlahan juga bisa menenangkan tubuh.

Jadi, jika kamu sering merasa pusing atau sakit kepala setelah menangis, jangan sepelekan. Perhatikan asupan cairan dan kondisi emosimu. Tubuh dan perasaan saling terhubung—rawat keduanya dengan baik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait