Doa Nabi Sulaiman yang Penuh Hikmah
“Ya Rabb, ighfir lī wa hab lī mulkan lā yamlikuhu min ba‘dī, innaka Anta l-Wahhāb”—Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.
Doa singkat ini berasal dari Nabi Sulaiman a.s., putra Nabi Daud, yang diberi kekuasaan besar oleh Allah. Tapi justru di saat kejayaan, beliau justru memohon ampunan dan kekuasaan yang unik—kekuasaan yang tidak akan diteruskan kepada siapa pun setelahnya. Ini menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa. Bukan kekayaan atau kekuasaan abadi yang diminta, melainkan ampunan dan karunia yang hanya datang dari Allah semata.
Doa ini mengandung pelajaran bahwa kekuasaan dan harta bukan tujuan, melainkan amanah. Nabi Sulaiman tahu betul bahwa semua itu sementara. Yang abadi hanyalah ridha Allah. Karenanya, dalam doanya, ia memohon agar hidupnya diberkahi, rezekinya dimudahkan, dan kekayaannya bermanfaat bagi orang lain.
Banyak orang saat ini memohon rezeki dan kemudahan hidup. Tapi Nabi Sulaiman mengajarkan kita untuk tidak hanya meminta, melainkan juga memohon agar apa yang kita terima bisa menjadi berkah—untuk diri sendiri, keluarga, bahkan masyarakat luas.
Doa ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur dan tidak serakah. Kekayaan bukan ukuran keberhasilan, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Semoga kita semua diberi keberkahan dalam hidup, rezeki yang halal, dan hati yang selalu terbuka untuk berbagi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.