Benarkah Ada Tanda 100 Hari Sebelum Meninggal?
Belakangan ini, beredar di kalangan masyarakat kabar tentang tanda kematian yang konon muncul hingga 100 hari sebelum seseorang meninggal. Salah satu yang sering disebut adalah perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba, terutama menjelang waktu Asar. Konon, orang yang akan pergi 100 hari lagi akan merasakan kedinginan hebat, menggigil dari ujung kaki hingga rambut.
Namun, perlu dicatat bahwa dalam ajaran Islam, kematian adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui kapan dan di mana seseorang akan mengembuskan napas terakhirnya. Firman Allah dalam Al-Qur’an, “Dan tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi kematian kecuali Allah.” (QS. Luqman: 34). Maka, klaim tentang tanda kematian yang bisa diprediksi hingga 100 hari sebelumnya perlu disikapi dengan bijak dan tidak boleh dipercaya begitu saja tanpa dasar yang kuat dari Al-Qur’an dan Hadis.
Meski begitu, ada hikmah yang bisa diambil dari mitos ini. Jika seseorang merasa ada perubahan dalam tubuhnya, justru itu bisa menjadi pengingat untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta. Bukan karena takut akan kematian yang datang, melainkan sebagai dorongan untuk lebih taat, bertaubat, dan memperbanyak amal baik.
Lebih dari sekadar mencari tanda-tanda, Islam mengajarkan agar kita senantiasa siap menghadap Allah kapan saja. Setiap hembusan napas adalah kesempatan untuk berbuat baik. Jadi, alih-alih cemas menunggu tanda, lebih baik perbaiki diri dari sekarang. Karena kematian tak pernah menunggu—tapi selalu datang tepat waktu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.