Indonesia dan Australia Makin Dekat, Ini Penjelasannya

Anda mungkin pernah mendengar kabar bahwa Australia semakin dekat dengan Indonesia. Bukan dalam arti politik atau diplomasi, melainkan secara geologis. Fakta ini bukan isapan jari, melainkan bagian dari proses alam yang terus terjadi di muka bumi.

Menurut Eko Teguh Paripurno, peneliti dan dosen di UPN Veteran Yogyakarta, pergerakan ini adalah hal yang wajar. "Indonesia dan Australia memang semakin dekat karena pergerakan lempeng tektonik," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat arus konveksi di dalam lapisan mantel bumi, yang menyebabkan lempeng-lempeng dasar laut terus bergerak.

Lempeng Australia bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 7 sentimeter per tahun, menuju kawasan Pasifik barat daya—tempat Indonesia berada. Akibatnya, jarak antara kedua wilayah perlahan menyusut. Pergerakan ini juga berdampak pada aktivitas geologis di Indonesia, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, terutama di daerah perbatasan lempeng seperti Jawa dan Sumatra.

Meski terdengar menakutkan, proses ini adalah bagian alami dari dinamika bumi yang telah terjadi selama jutaan tahun. Bukan hanya Australia yang bergerak—hampir semua benua di dunia terus berpindah, hanya saja sangat lambat untuk dirasakan dalam satu masa hidup.

Jadi, ketika orang bilang "Australia makin dekat ke Indonesia", itu bukan soal hubungan luar negeri, tapi fakta ilmiah yang terus berlangsung di bawah kaki kita. Dan siapa tahu, dalam ratusan ribu tahun mendatang, peta dunia bisa saja terlihat sangat berbeda dari sekarang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait