Apakah Tekanan Darah 140 Termasuk Darah Tinggi?
Tekanan darah 140 mmHg sering membuat orang bertanya-tanya: apakah ini termasuk darah tinggi? Jawabannya tergantung pada angka di belakangnya—tekanan darah selalu dicatat dalam dua angka, misalnya 140/90. Angka pertama (sistolik) menunjukkan tekanan saat jantung berdetak, sedangkan angka kedua (diastolik) adalah tekanan saat jantung istirahat di antara detak.
Secara umum, tekanan darah normal berada di kisaran 100–140 mmHg untuk sistolik dan 60–90 mmHg untuk diastolik. Namun, bila tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg secara rutin, ini sudah termasuk kategori hipertensi atau darah tinggi. Jadi, angka 140 bukanlah batas aman mutlak—jika diikuti angka diastolik di atas 90, maka kondisi ini perlu diwaspadai.
Banyak orang mengalami tekanan darah sedikit naik karena stres, kurang tidur, atau baru saja beraktivitas. Karena itu, diagnosis darah tinggi tidak cukup hanya dari satu kali pengukuran. Dokter biasanya akan menyarankan pemantauan berkala, baik di klinik maupun dengan alat di rumah, untuk memastikan apakah angka tersebut memang cenderung tinggi.
Menjaga pola makan rendah garam, rutin bergerak, dan mengelola stres adalah langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Jika Anda sering melihat angka 140 atau lebih saat cek darah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Lebih baik mencegah daripada menunggu gejala muncul.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.