Jejak Hitam dan Bangkitnya AC Milan dari Degradasi

AC Milan, salah satu raksasa sepak bola Italia, ternyata pernah mengalami masa kelam dengan terdegradasi dari Serie A. Kejadian ini terjadi akibat skandal perjudian besar yang dikenal sebagai Totonero 7 tahun 1980. Klub asal kota Milan ini, bersama S.S. Lazio, terbukti terlibat dalam manipulasi hasil pertandingan untuk keuntungan perjudian ilegal.

Akibatnya, otoritas sepak bola Italia menjatuhkan sanksi berat: degradasi ke Serie B. Di musim 1980-81, Milan bermain di kasta kedua dan langsung menunjukkan kualitasnya. Mereka tampil dominan dan dengan mudah merengkuh gelar juara Serie B, sehingga kembali ke Serie A.

Namun, tragedi kembali menghampiri. Di musim 1981-82, performa tim justru anjlok. Dengan skuad yang belum stabil dan tekanan besar dari skandal sebelumnya, AC Milan terdegradasi kembali, kali ini lewat jalur olahraga—bukan karena skandal. Ini menjadi pukulan telak bagi klub yang pernah berjaya di kancah Eropa.

Periode ini menjadi titik nadir dalam sejarah klub. Namun, dari situlah awal kebangkitan dimulai. Dengan pembenahan manajemen dan investasi besar di tahun-tahun berikutnya, terutama di bawah kepemimpinan Silvio Berlusconi yang datang pada 1986, Milan perlahan bangkit. Mereka kembali menjadi kekuatan dominan, tidak hanya di Italia, tetapi juga di Eropa.

Jadi, meski sempat jatuh dua kali dalam dua dekade berbeda—sekali karena skandal, sekali karena performa—AC Milan membuktikan bahwa kejatuhan bukan akhir. Bagi para rossoneri, itu justru menjadi pelajaran berharga yang membentuk kejayaan di masa depan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait