Ada Berapa Gereja di Brunei? Ini Faktanya

Brunei Darussalam, negara mayoritas Muslim yang dikenal dengan penerapan hukum syariah secara ketat, ternyata memiliki komunitas Kristen yang aktif meskipun jumlahnya kecil. Jawaban atas pertanyaan “Apakah ada gereja di Brunei?” adalah ya—ada gereja yang beroperasi secara legal di bawah aturan pemerintah.

Saat ini, terdapat tiga paroki Katolik yang tersebar di seluruh Brunei. Ketiga paroki ini berada di bawah otoritas Vikariat Apostolik Brunei Darussalam, sebuah wilayah keuskupan yang setara dengan keuskupan biasa dalam struktur Gereja Katolik, tetapi dipimpin oleh seorang Vikaris Apostolik.

Pemimpin spiritual komunitas Katolik di Brunei adalah Almarhum Mgr. Cornelius Sim, yang sebelumnya menjabat sebagai Uskup dan Vikaris Apostolik Brunei. Ia merupakan tokoh penting dalam menjaga kehidupan iman umat Katolik di tengah lingkungan yang sangat menghormati tradisi Islam. Sayangnya, Uskup Cornelius Sim telah berpapasan pada Mei 2021, namun warisan pelayanannya masih dirasakan oleh umat.

Pemerintah Brunei memang membatasi penyebaran agama selain Islam, tetapi umat Kristen—termasuk Katolik—tetap diizinkan beribadah secara damai di tempat-tempat ibadah mereka. Gereja-gereja ini tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga ruang komunitas bagi warga negara asing dan penduduk lokal non-Muslim.

Meski kecil, kehadiran Gereja Katolik di Brunei menunjukkan bahwa keragaman beragama bisa hidup dalam bingkai toleransi, selama dijalankan sesuai dengan hukum dan norma setempat. Bagi umat Katolik di sana, tiga paroki ini menjadi rumah rohani yang berharga di tengah keterbatasan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait