Anak Lebih Mirip Ayahnya? Ternyata Ada Dasar Ilmiahnya

Sejak lama, banyak orang tua yang berseloroh, "Mirip banget sama papanya!" saat melihat bayi yang baru lahir. Tapi ternyata, lelucon itu mungkin punya dasar ilmu genetika. Menurut sebuah penelitian yang dipimpin oleh James Crowley, anak cenderung lebih mirip ayahnya dibanding ibunya — setidaknya dari segi ekspresi gen.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa sekitar 80% dari gen yang diekspresikan lebih dominan berasal dari ayah. Artinya, fitur wajah, bentuk mata, hidung, atau bahkan sifat tertentu yang tampak jelas pada anak, kemungkinan besar diwariskan dari sang ayah. Ini bukan cuma soal warna kulit atau rambut, tapi juga bagaimana gen itu "bekerja" di dalam tubuh anak.

James Crowley, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa ada ketidakseimbangan dalam ekspresi genom antara kedua orang tua. Gen dari ayah lebih "aktif" dan mudah terlihat dibandingkan gen dari ibu. Meski ibu tetap memberi kontribusi besar dalam pembentukan genetik, gen ayah cenderung lebih menonjol secara visual.

Temuan ini tidak berarti ibu tidak berperan penting. Tentu saja, kehadiran dan pengasuhan ibu sangat vital. Tapi dari sudut pandang biologis, wajar kalau banyak orang langsung berkomentar, "Lah, mirip banget sama bapaknya!" saat melihat bayi yang baru lahir.

Jadi, meski cinta dan perhatian ibu tak tergantikan, ternyata ayah punya andil besar dalam urusan "gambaran fisik". Dan mungkin, ini salah satu alasan mengapa banyak anak laki-laki dewasa benar-benar terlihat seperti versi muda dari sang ayah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait