Apakah China Juga Punya Utang? Ini Faktanya

Belakangan, banyak yang penasaran apakah negara sebesar China benar-benar bebas dari beban utang. Jawabannya, ya, China juga punya utang, seperti kebanyakan negara lain di dunia. Meskipun dikenal sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling produktif, China tidak lepas dari struktur utang yang kompleks.

Utang China terbagi ke dalam tiga kategori utama: utang perusahaan, utang rumah tangga, dan utang pemerintah. Semuanya diukur dalam mata uang lokal, yaitu yuan. Menurut laporan South China Morning Post pada 28 Juli 2022, utang perusahaan—terutama dari perusahaan milik negara dan pengembang properti—menjadi salah satu fokus utama karena nilainya yang besar. Sementara itu, utang rumah tangga terus naik seiring meningkatnya kepemilikan properti dan kredit konsumtif.

Utang pemerintah pusat China relatif lebih rendah dibandingkan banyak negara maju, namun utang pemerintah daerah justru menjadi perhatian. Banyak kota dan provinsi di China yang mengandalkan pinjaman untuk membiayai proyek infrastruktur besar. Hal ini sempat memicu kekhawatiran tentang risiko keuangan jika pendapatan daerah tidak mencukupi untuk menutupi kewajiban.

Yang perlu dicatat, sistem ekonomi China yang dikendalikan negara membuat mereka memiliki cara unik dalam mengelola utang. Misalnya, bank-bank besar dikelola oleh pemerintah, sehingga risiko gagal bayar lebih bisa dikontrol. Namun, tekanan tetap ada, terutama saat pertumbuhan ekonomi melambat.

Jadi, meski tidak mengalami krisis utang seperti beberapa negara lain, China tetap harus waspada. Utang memang ada, dan pengelolaannya menjadi kunci masa depan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait