Apakah Deg-Degan Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?

Ketika kamu duduk di ruang periksa dokter, jantung tiba-tiba berdebar-debar. Tangan sedikit berkeringat, napas agak cepat—itu wajar. Tapi tahukah kamu, rasa deg-degan seperti ini bisa berdampak langsung pada hasil pengukuran tekanan darah?

Ya, rasa gugup atau takut saat memasuki klinik bisa menyebabkan tekanan darah naik sementara. Kondisi ini dikenal sebagai “hipertensi jas lab”, yaitu tekanan darah tinggi yang muncul hanya saat berada di fasilitas kesehatan, bukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat tubuh merasa cemas, respons alami tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin. Inilah yang membuat jantung berdetak lebih kencang dan pembuluh darah menyempit—dua hal yang langsung berdampak pada kenaikan tekanan darah.

Penelitian sudah lama menunjukkan bahwa pasien yang merasa grogi saat diperiksa cenderung memiliki pembacaan tekanan darah yang lebih tinggi dari kondisi normal mereka. Akibatnya, dokter bisa salah paham dan mengira seseorang menderita hipertensi, padahal di rumah tekanannya normal.

Untuk itu, beberapa klinik kini menerapkan waktu tunggu sebelum mengukur tekanan darah—agar pasien bisa tenang terlebih dahulu. Bahkan, pengukuran di rumah dengan tensimeter digital bisa memberi gambaran yang lebih akurat tentang kondisi sebenarnya.

Jadi, jika kamu sering merasa jantung berdebar saat diukur tensi, jangan terlalu khawatir. Yang penting, sadari bahwa rasa deg-degan bisa memengaruhi angka di layar. Tenangkan diri, tarik napas dalam, dan ingat: kesehatan jangka panjang bukan hanya soal satu kali pengukuran.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait