Apakah Iblis Hafal Al-Quran?
Sebuah pertanyaan yang menarik pernah diajukan: “Apakah Iblis hafal Al-Quran?” Jawabannya menyiratkan sesuatu yang mendalam. Dalam beberapa keterangan, Iblis digambarkan sebagai makhluk yang sangat alim—bahkan diberi julukan seperti *zahid*, *abid*, hingga *habibullah* sebelum ia durhaka. Ia dikatakan memiliki pengetahuan tinggi, termasuk kemungkinan menghafal Al-Quran.
Tapi hafal Al-Quran bukan jaminan seseorang menjadi baik.Begitu pula dengan Iblis. Ia tahu banyak tentang kebenaran, bahkan mungkin bisa membaca dan menghafal ayat-ayat suci, tetapi hatinya keras dan penuh kesombongan. Ia menolak bersujud kepada Nabi Adam bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena kesombongan dan keangkuhan. Ini mengingatkan kita bahwa ilmu tanpa akhlak bisa menjadi bencana.
Begitu pula dengan manusia. Ada orang yang hafal 30 juz Al-Quran, bisa menggemaikan ayat-ayat di masjid, tetapi hatinya masih jauh dari keikhlasan, bahkan bisa melakukan kejahatan atas nama agama. Seperti yang disinggung dalam jawaban tersebut, seseorang bisa hafal Quran, tetapi tetap berpotensi menyimpang jika hatinya tidak lurus.
Kebaikan tidak diukur dari hafalan, tapi dari sikap dan akhlak.Seorang ulama pernah berkata, “Bukanlah ukuran ketaqwaan seseorang dari berapa banyak ia menghafal, tetapi dari seberapa dalam ia merasakan Al-Quran dalam hati dan menerapkannya dalam hidup.”
Jadi, hafal Al-Quran adalah anugerah. Tapi lebih dari itu, yang dicari adalah hati yang tunduk, rendah hati, dan penuh kasih kepada sesama. Karena tanpa itu, ilmu hanya menjadi beban tanpa cahaya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.