Kenapa Jenazah Eril Masih Utuh Setelah 14 Hari di Air?
Emmeril Kahn Mumtaz, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, meninggal dunia setelah terseret arus deras di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada 26 Mei 2022. Namun, jenazahnya baru ditemukan 14 hari kemudian, tepatnya pada 10 Juni 2022. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin jenazah bisa tetap utuh meski lama berada di dalam air?
Ridwan Kamil kemudian memberikan penjelasan yang tenang namun ilmiah. Ia menjelaskan bahwa suhu air di Sungai Aare sangat dingin, bahkan di bawah 20 derajat Celsius. Suhu yang rendah membuat proses pembusukan tubuh menjadi sangat lambat. "Air yang dingin seperti ini berfungsi seperti pendingin alami," ujarnya.
Selain itu, arus sungai yang deras terus membawa jenazah hingga ke bendungan, tempat akhirnya ditemukan. Kondisi ini meminimalkan kontak langsung dengan lumpur atau benda tajam yang bisa merusak tubuh. Faktor lainnya adalah kedalaman sungai dan aliran air yang jernih, yang turut membantu menjaga keutuhan jenazah.
Masyarakat pun merasa lega setelah mendengar penjelasan ini. Banyak yang mengungkapkan belasungkawa dan simpati kepada keluarga, sementara lainnya memuji ketenangan Ridwan Kamil dalam menyampaikan kabar duka.
Kejadian ini juga mengingatkan kita akan kekuatan alam dan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar air. Namun di balik kesedihan, ada ketenangan dalam penjelasan ilmiah yang membantu banyak orang memahami peristiwa yang menyentuh hati ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.