Berapa Berat Badan Turun Jika Tidak Makan Selama 3 Hari?
Saat seseorang berhenti makan selama tiga hari, tubuh tidak serta-merta membakar banyak lemak. Menurut penjelasan kesehatan, dalam periode ini, seseorang mungkin hanya kehilangan sekitar 0,68 kilogram lemak. Angka ini tergolong kecil, terlebih jika dilihat dari risiko yang bisa muncul akibat kelaparan jangka pendek.
Selama puasa tiga hari, tubuh sebenarnya tidak langsung membakar lemak sebagai sumber energi utama. Awalnya, tubuh mengandalkan simpanan gula (glikogen) dalam hati dan otot. Setelah habis, barulah lemak mulai digunakan—namun prosesnya tidak secepat yang dibayangkan. Selain itu, tubuh juga bisa kehilangan air dan massa otot, yang membuat angka timbangan turun, tapi bukan berarti lemaknya hilang banyak.
Puasa tiga hari juga tidak disarankan untuk semua orang. Terutama bagi yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 20. Mereka yang kurus atau berat badannya sudah rendah berisiko mengalami kekurangan gizi jika memaksakan diri tidak makan. Tubuh pun akan bekerja dalam mode "darurat", yang bisa melemahkan sistem imun, mengurangi energi, dan memengaruhi konsentrasi.
Alih-alih mencoba puasa ekstrem, penurunan berat badan yang sehat lebih baik dicapai dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur. Tubuh butuh nutrisi, bukan kelaparan. Jika ingin mencoba puasa intermiten, konsultasikan dulu ke tenaga kesehatan agar aman dan sesuai kondisi tubuh.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.