Apa Itu Kartu Hitam dalam Sepak Bola?

Saat menyaksikan pertandingan sepak bola, kita pasti akrab dengan kartu kuning dan kartu merah yang dikeluarkan wasit. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang kartu hitam? Meski tidak digunakan dalam pertandingan resmi FIFA, istilah ini sempat mencuat dalam beberapa konteks tertentu.

Fungsinya memang mirip dengan kartu merah—yakni untuk mengeluarkan pemain dari lapangan. Namun, kartu hitam lebih sering dikaitkan dengan sanksi yang bersifat diskualifikasi permanen, bukan hanya dalam satu pertandingan, tetapi bisa juga berdampak pada pertandingan berikutnya, tergantung peraturan yang berlaku di kompetisi tersebut.

Sebagai catatan, dalam aturan resmi sepak bola yang dikelola oleh IFAB (International Football Association Board), tidak ada penggunaan kartu hitam. Wasit hanya menggunakan kartu kuning (peringatan) dan kartu merah (pengusiran). Namun, di beberapa liga atau turnamen amatir, kartu hitam kadang digunakan sebagai simbol tambahan untuk pelanggaran serius, seperti tindakan tidak sportif berat atau pelanggaran etika.

Ada juga kebingungan di masyarakat karena kesalahan terjemahan atau pemberitaan. Beberapa sumber menyebut kartu hitam sebagai bentuk hukuman terhadap pemain yang melakukan pelanggaran berulang, meski pada praktiknya tetap digantikan dengan kartu merah oleh wasit.

Jadi, meski tidak resmi, konsep kartu hitam bisa dimengerti sebagai simbol dari sanksi tegas yang melampaui kartu merah biasa. Tapi untuk sekarang, di level profesional, pemain tetap hanya akan melihat kuning dan merah yang diacungkan oleh wasit saat melakukan pelanggaran.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait