Apakah Harus Beli Saham Setiap Bulan? Ini Penjelasannya

Tidak ada kewajiban hukum atau aturan bursa yang mewajibkan seseorang untuk membeli saham setiap bulan. Namun, membeli saham secara rutin—misalnya setiap bulan—bisa menjadi strategi cerdas untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan mengampanyekan pentingnya kebiasaan investasi yang berkala dan konsisten. Kenapa? Karena dengan rutin berinvestasi, kamu bisa memanfaatkan fenomena yang disebut cost averaging—yakni membeli saham dalam jumlah kecil secara teratur, terlepas dari naik-turunnya harga. Dengan begitu, kamu tidak tergoda untuk panik saat pasar sedang turun atau terlalu agresif saat pasar sedang naik.

Bayangkan kamu menabung setiap bulan untuk masa depan. Nah, membeli saham secara rutin mirip seperti itu. Buat banyak orang, disiplin bulanan justru lebih penting daripada menunggu momen ‘pasar jatuh’ untuk beli saham sekaligus dalam jumlah besar. Pasalnya, memprediksi pergerakan pasar itu sulit, bahkan bagi investor berpengalaman sekalipun.

Tentu saja, jumlah yang kamu beli harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Beli saham rutin bukan berarti harus besar—yang penting konsisten. Bisa mulai dari Rp100 ribu atau bahkan lebih kecil, asal kamu mulai dan tetap konsisten.

Jadi, meskipun tidak wajib, membeli saham secara rutin bisa jadi kebiasaan finansial yang sangat menguntungkan di masa depan. Seperti kata pepatah: “Jangan menunggu kaya untuk mulai investasi, tapi mulailah investasi agar bisa menjadi kaya.”

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait