Apakah Tantrum pada Anak Itu Normal?

Tantrum — ya, ledakan emosi yang tiba-tiba, menangis keras, bahkan berguling-guling di lantai — sering kali membuat orang tua panik. Tapi sebenarnya, tantrum adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak, terutama pada usia di bawah lima tahun.

Menurut psikolog Marsha Tengker, anak-anak kecil masih belajar mengenali dan mengelola emosinya. Di usia di bawah tiga tahun, keterbatasan kemampuan bahasa dan pemahaman membuat mereka kesulitan mengungkapkan keinginan atau frustasi. Alih-alih berkata, “Aku marah karena mainanku diambil,” mereka malah menangis, menendang, atau berteriak.

Jadi, daripada langsung marah atau merasa gagal sebagai orang tua, coba lihat tantrum sebagai sinyal bahwa anak sedang belajar. Ini bukan tentang melawan otoritas, tapi tentang proses belajar mengatur perasaan yang masih kacau.

Banyak anak mulai lebih tenang seiring bertambahnya usia dan kemampuan bicara. Yang terpenting, orang tua tetap tenang, memberi rasa aman, dan secara perlahan mengajarkan kata-kata untuk menggantikan tangisan.

Tantrum bukan tanda anak bermasalah, melainkan bagian dari perjalanan mereka menjadi pribadi yang lebih paham diri. Dengan kesabaran dan pendampingan, anak akan belajar bahwa emosi boleh dirasakan, tapi tak perlu menguasai mereka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait