Apakah Tinggi Badan Bisa Berkurang pada Remaja?

Tinggi badan biasanya terus bertambah saat masa remaja, terutama karena lonjakan pertumbuhan yang terjadi di usia 10–18 tahun. Pada masa ini, banyak anak mengalami pertumbuhan pesat berkat perubahan hormon dan perkembangan tulang. Namun, ada pertanyaan yang sering muncul: apakah tinggi badan bisa berkurang pada remaja?

Jawabannya adalah: secara umum, tidak. Remaja justru berada dalam masa pertumbuhan maksimal, sehingga kehilangan tinggi badan bukan hal biasa. Namun, dalam kasus tertentu, faktor seperti postur tubuh yang buruk, masalah nutrisi, atau gangguan kesehatan tulang bisa membuat seseorang tampak lebih pendek. Misalnya, kebiasaan duduk bungkuk dalam waktu lama dapat memengaruhi kelengkungan tulang punggung dan memberi kesan tubuh lebih menciut.

Selain itu, meskipun sangat jarang terjadi pada remaja, kondisi medis seperti kelainan tulang belakang (misalnya skoliosis) atau gangguan hormon pertumbuhan juga bisa memengaruhi perkembangan tinggi badan secara negatif. Namun, ini bukan berarti tinggi badan "berkurang" secara nyata, melainkan pertumbuhan yang terhambat.

Perlu dicatat bahwa penurunan tinggi badan yang nyata umumnya terjadi justru di usia lanjut—sekitar 1 cm setiap 10 tahun setelah usia 40. Itu pun karena proses alami penuaan, seperti penipisan cakram antar tulang belakang atau osteoporosis.

Jadi, bagi remaja, fokus utama sebaiknya tetap pada pola makan sehat, tidur cukup, dan olahraga teratur untuk mendukung pertumbuhan optimal. Jangan terlalu khawatir tentang tinggi yang menyusut—itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan di usia muda.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait