Keutamaan Membaca Istighfar 100 Kali Seperti Ajaran Nabi

“Astaghfirullahal ‘adzim.” Ucapan ini mungkin sering kita dengar, terutama setelah shalat atau dalam majelis dzikir. Namun, tahukah Anda bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca istighfar sebanyak 100 kali setiap hari?

Barang siapa yang memperbanyak istighfar, maka ia termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan meneladani Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri rajin membaca istighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Bayangkan, beliau yang sudah dijamin surga pun begitu giat memohon ampunan. Lalu, bagaimana dengan kita yang penuh khilaf?

Membaca istighfar 100 kali bukan sekadar ritual. Ini adalah bentuk kerendahan hati di hadapan Allah, pengakuan akan kesalahan, dan upaya membersihkan hati. Banyak keutamaan yang bisa diraih: hati menjadi tenang, dosa diampuni, rezeki dimudahkan, dan hati terbuka untuk melakukan kebaikan lain.

Bayangkan jika setiap pagi dan sore, kita menyempatkan membaca “Astaghfirullah” sebanyak 100 kali. Tidak membutuhkan waktu lama, hanya beberapa menit. Namun, dampaknya bisa sangat besar bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Orang yang gemar beristighfar tidak akan merugi. Sebaliknya, ia akan selalu dekat dengan rahmat Allah. Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Sungguh, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).

Jadi, jangan anggap remeh dzikir satu ini. Mulailah dari sekarang. Bacalah istighfar 100 kali setiap hari, bukan karena sekadar anjuran, tapi karena kerinduan untuk selalu kembali kepada-Nya. Karena sesungguhnya, Allah selalu membuka pintu ampunan bagi siapa pun yang mengetuknya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait