Lionel Messi dan Jejak Gemilang di Liga Champions

Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya di pentas UEFA Champions League musim 2022/2023. Meski sudah berada di usia yang tak muda, sang megabintang asal Argentina itu tetap menjadi ancaman bagi setiap lawan yang dihadapi Paris Saint-Germain.

Pada empat laga fase grup musim itu, Messi sukses mencetak empat gol—rata-rata satu gol per pertandingan. Performanya tidak hanya mengesankan di liga domestik, tetapi juga di kompetisi Eropa paling bergengsi. Dengan tambahan gol-gol tersebut, total 129 golnya di Liga Champions membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi ini, mengungguli bahkan Cristiano Ronaldo.

Angka tersebut bukan hanya soal produktivitas, tetapi juga konsistensi selama lebih dari satu dekade. Dari masa jayanya di Barcelona, hingga perannya di PSG, Messi terus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar legenda, tapi juga mesin gol yang tak kenal waktu.

Kehebatan Messi di Liga Champions juga tercermin dari kemampuannya bermain di bawah tekanan. Ia tak hanya mencetak gol, tetapi juga sering menjadi kreator peluang. Visi bermain dan akurasi umpannya tetap menjadi senjata utama, meski posisinya kini lebih dalam dibanding masa mudanya.

Saat ini, meski sudah bermain di Amerika Serikat bersama Inter Miami, warisan Messi di Eropa—terutama di Liga Champions—tetap hidup. Setiap golnya, setiap aksinya, selalu menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia. Dan angka 129 gol bukan sekadar statistik, tapi bukti dominasi yang langka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait