Bolehkah Berdzikir Sambil Memejamkan Mata?
Ketika berdzikir atau berdoa, banyak orang merasa lebih khusyuk jika memejamkan mata. Pertanyaannya, apakah hal ini diperbolehkan dalam ajaran Islam?
Jawabannya, boleh, asalkan ada alasan yang tepat. Tidak ada larangan tegas dalam Al-Qur'an maupun hadis shahih yang melarang memejamkan mata saat berdzikir. Bahkan, dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ pernah memejamkan mata saat berdoa, terutama ketika sedang khusyuk atau butuh fokus lebih.
Namun, penting untuk dipahami bahwa memejamkan mata bukanlah bagian dari ibadah itu sendiri. Ini lebih merupakan upaya untuk menghindari gangguan dari lingkungan—seperti pemandangan yang mengganggu konsentrasi. Jadi, jika seseorang merasa lebih tenang dan lebih mudah menghadirkan hati saat berdzikir dengan mata tertutup, maka tidak mengapa.
Yang perlu dihindari adalah menjadikan kebiasaan ini sebagai sesuatu yang wajib atau seolah-olah bagian dari syariat, padahal tidak ada dasar kuat yang mewajibkannya. Ibadah harus tetap dilakukan sesuai tuntunan, tanpa menambah atau mengurangi.
Selain itu, di tempat umum atau berjamaah, lebih baik menjaga etika. Memejamkan mata terlalu lama bisa menimbulkan kesan sombong atau mengantuk, padahal tujuannya hanya untuk konsentrasi. Jadi, bijaklah dalam memilih waktu dan tempat.
Intinya, memejamkan mata saat berdzikir diperbolehkan jika membantu konsentrasi dan tidak melanggar adab ibadah. Yang utama bukan bagaimana posisi mata, tapi sejauh mana hati hadir dalam mengingat Allah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.