Apa Itu Hormon Stres dan Mengapa Kortisol Disebut Sebagai Hormon Stres?

Saat tubuh merasa terancam atau sedang mengalami tekanan, ada satu hormon yang langsung bekerja—kortisol. Hormon ini sering disebut sebagai hormon stres karena jumlahnya melonjak tajam saat kita merasa cemas, tertekan, atau sedang menghadapi situasi yang memicu respons "melawan atau lari".

Kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Fungsinya sebenarnya sangat penting: membantu mengatur tekanan darah, metabolisme, serta respons imun. Namun, saat stres berkepanjangan, produksi kortisol yang terus-menerus tinggi bisa berdampak buruk pada kesehatan—mulai dari gangguan tidur, peningkatan nafsu makan, hingga melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Seperti dijelaskan oleh Halodoc, Jakarta, lonjakan kortisol adalah reaksi alami tubuh terhadap stres. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa memicu masalah jangka panjang seperti kecemasan, depresi, atau bahkan penyakit jantung.

Untungnya, ada banyak cara untuk membantu menurunkan kadar kortisol secara alami. Beberapa di antaranya adalah meditasi, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga pola makan seimbang. Menjalin hubungan sosial yang positif juga terbukti bisa menenangkan pikiran dan menurunkan tingkat stres.

Jadi, meskipun stres adalah bagian alami dari kehidupan, penting untuk mengenali tanda-tandanya dan segera mengambil langkah agar tubuh dan pikiran tetap dalam keseimbangan. Tubuhmu bekerja keras saat stres—waktunya kamu membantu dia untuk pulih.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait